Resep Sosis Asam Manis

Gambar dan Harga Resep Sosis Asam Manis

Menikmati sosis dengan cara digoreng kemudian dicocol bersama saus sambal dan mayonaise tentu sudah biasa dan rasanya hanya begitu saja. Mungkin, Anda bisa mencoba berkreasi di dapur dengan mengolah resep sosis asam manis yang lezat dan juga simple cara membuatnya.

Sosis dapat menjadi senjata ketika keluarga di rumah ada yang bermasalah jika makan daging ayam atau sapi, maka sosis ini bisa menjadi penggantinya.

Mari cari tahu lebih lanjut mengenai resep makanan praktis sosis asam manis ini.

Cara Membuat Sosis Asam Manis

Secara teknik memasak, umumnya sosis asam manis dapat dibuat sangat cepat, mudah dan praktis yakni dimulai dengan cara menggoreng sosis seperti biasanya lalu ditiriskan.

Bedanya, pada resep ini perlu untuk menyiapkan bahan saus asam manis dari aneka saus seperti saus tomat, saus tiram, dan juga tak lupa bumbu seperti bawang putih, bawang bombay, merica bubuk garam serta gula dengan tingkat kekentalan yang pas.

Terakhir, sosis yang sudah digoreng beserta saus asam manis kental tersebut cukup dicampurkan hingga keduanya beradu secara merata. Saat dinikmati, sosis yang tadinya digoreng biasa dengan tambahan saus asam manis ini cita rasanya menjadi lebih sedap dan nikmat.

 

Jenis-Jenis Sosis

Sosis yang awal mula terciptanya ini merupakan proses daging yang diawetkan, kini seiring dengan perkembangan terdapat beberapa jenis-jenis sosis yang dibedakan dari berbagai segi mulai dari tekstur, pengolahan hingga casing yang digunakan. Adapun jenis-jenis sosis adalah seperti berikut:

 

1. Jenis Sosis Berdasarkan Tekstur

Berdasarkan teksturnya, sosis memiliki tingkat kehalusan yang dapat dibedakan menjadi dua yakni sosis kasar dan sosis emulsi.

Sosis kasar, diolah secara sederhana yakni mulai dari menggiling lemak sampai menjadi halus untuk kemudian dicampur merata. Sementara jenis sosis emulsi, diproses dari tahap pencampuran, pencacahan hingga pengemulsian.

 

2. Jenis Sosis Berdasarkan Pengolahan

Ditinjau dari cara pengolahannya sosis dibedakan menjadi empat yakni sosis mentah (fresh sausage), sosis asap, sosis tanpa asap, dan sosis kering atau semi kering (dry salami). Masing-masing jenis sosis tersebut tentu memiliki cita rasa yang berbeda.

 

3. Jenis Sosis Berdasarkan Casing

Dalam proses produksinya, casing digunakan untuk membuat sosis. Terdapat beberapa macam casing antara lain seperti casingnatural, casingcollagen, casingselulosa, dan juga casing polyamide.

Casingnatural misalnya, memiliki kelebihan dapat dimakan langsung, bergizi tinggi serta melekat pada sosis karena terbuat dari bahan seperti kambing, domba, usus sapi dan babi. Sedangkan collagen dibuat dari kulit hewan yang besar, dapat dimakan, melekat dan bisa diberi warna.

Selain itu, casingselulosa terbuat dari pulp, murah, dapat diwarnai maupun dicetak namun sangat keras sehingga cassing ini tidak untuk dimakan. Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati terlebih jika sosis jenis ini dipegang oleh anak-anak.

Sementara casingpolyamide memiliki sifat food grade atau bisa dimakan, ukuran dan bentuknya bisa diatur, tahan panas, dapat dicetak serta permukaannya dapat dibuat secara berpori maupun tidak.

 

Perbedaan Sosis Bahan Alami dan Bahan Kimia

Saat ini banyak macam sosis yang dijual mulai dari bermerk, tidak bermerk hingga buatan rumahan. Tentunya, proses produksinya pun berbeda, dari yang alami atau dengan tambahan bahan kimia yang perlu diwaspadai. Maka dari itu, kenali perbedaan sosis berbahan alami atau kimia seperti berikut:

 

1. Kemasan

Ciri pertama yang dapat terlihat dari sosis berbahan alami serta aman dikonsumsi adalah pada kemasannya. Tentunya sosis yang diproduksi secara baik berasal dari pabrik dengan bungkusan yang menyertakan nama produsen, tanggal kadaluarsa, alamat, info nutrisi serta terdaftar di BPOM.

Sedangkan, untuk sosis yang diproduksi dengan tambahan bahan kimia biasanya dijual dalam bentuk tanpa kemasan. Sehingga, tidak terdapat keterangan pasti seperti kapan batas kadaluarsanya dan sebagainya.

 

2. Warna Sosis

Sosis yang baik biasanya memiliki ciri khas berwarna alami coklat kemerahan untuk yang berbahan baku daging. Sementara untuk yang berbahan baku ayam, warnanya cenderung coklat pucat.

Namun, perlu diwaspadai jika Anda mendapati sosis dengan warna daging yang hampir sama dengan selongsong, yakni dengan ciri khas berwarna oranye kemerahan yang begitu mencolok.

 

3. Aroma Sosis

Ketika mengonsumsi sosis, apabila Anda mencium aroma khas daging sapi maupun ayam, maka bisa dikatakan sosis tersebut aman untuk dikonsumsi dan tidak ada tambahan bahan kimia lainnya.

Sebaliknya, untuk sosis yang terlalu banyak mendapat tambahan bahan kimia yang tercium bukan aroma daging yang kuat, akan tetapi justru aroma dari obat atau bahan kimia.

Karena aroma daging yang begitu kuat tersebut tak heran jika resep sosis asam manis saat dimasak menimbulkan rasa daging yang begitu kuat dan warnanya tetap. Sedangkan, pada sosis yang tidak alami biasanya warnanya akan memudar.

 

4. Tekstur Sosis

Cara mengetahui sosis yang Anda makan tersebut dibuat secara alami tanpa adanya bahan kimia atau tidak adalah dengan menekannya. Saat ditekan, tekstur sosis berbahan alami tidak terlalu kenyal namun juga tidak terlalu keras.

Sedangkan sosis dengan banyak tambahan kimia, justru akan membuat sosis sangatlah kenyal dengan tekstur yang membal.

Selain itu, pada sosis berbahan alami akan terlihat permukaan dengan pori-pori kasar yang merupakan tekstur dari adonan daging. Sementara yang berbahan kimia, memiliki permukaan halus tanpa adanya pori-pori dan licin.

Sebagai pengganti daging, olahan resep sosis asam manis misalnya, dapat menjadi alternatif masakan yang tak kalah lezat serta bergizi. Namun perlu diingat, selalu gunakan sosis berbahan alami yang lebih aman untuk dikonsumsi dan waspadai sosis dengan tambahan zat kimia yang tak baik untuk kesehatan.

 

Rahasia Membuat Sosis Sehat dan Bergizi

Menu Rahasia Membuat Sosis Sehat dan Bergizi

Jika khawatir dengan kualitas sosis yang dijual di pasaran untuk bahan masakan, ada baiknya Anda mencoba untuk membuat sosis sendiri. Pada pembuatan sosis ada beberapa tantangan dan hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Antara lain adalah:

 

1. Suhu Adonan

Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu membiarkan suhu adonan tetap dingin. Agar tetap dingin, daging cincang dapat disimpan dalam kulkas kurang lebih 1-2 jam. Bila perlu, Anda bisa juga mendinginkan peralatan untuk mengolah sosis seperti sendok pengaduk dan mangkuk.

 

2. Bumbu Adonan

Demi mendapatkan sosis dengan cita rasa kuat dan optimal, tambahan beberapa bumbu serta rempah seperti garam, bawang putih, merica hitam dan jintan. Berikan bumbu tersebut pada olahan sosis sebelum dimasukkan pada casing sosis.

 

3. Membentuk Sosis

Idealnya, sosis dibuat dengan cara dimasukkan dalam casing atau bisa juga alat pembungkus pembuatan sosis. Sebagai alternatif bisa juga menggunakan piping bag atau gulung saja adonan menggunakan kertas foil.

 

4. Tambahan Bahan Lain

Selain daging beserta bumbu, Anda juga perlu menambahkan bahan lainnya seperti sayuran brokoli atau wortel dan tahu putih yang dicincang halus. Kreasi dari berbagai bahan tersebut akan membuat rasa sosis buatan Anda semakin bergizi dan lezat.

Tak hanya itu saja, tambahkan juga bahan pengikat adonan yakni tepung terigu dan juga tepung panir yang banyaknya sekitar 10 hingga 25 persen dari bahan daging cincang.

 

5. Proses Pengukusan Sosis

Setelah adonan sudah jadi, selanjutnya adalah melakukan proses pengukusan sosis. Sosis dikukus tidak lebih dari 60 menit untuk mendapatkan tingkat kematangan yang baik. Selesai dikukus, sosis dapat disimpan kembali dalam kulkas atau langsung diolah sebagai bahan masakan.

 

Manfaat Makan Sosis Asam Manis

Sosis yang terbuat dari bahan baku daging seperti ayam, sapi, hingga ikan mengandung sejumlah manfaat yang baik apabila dikonsumsi. Jika Anda belum tahu, apa saja kebaikan yang didapat saat makan sosis, berikut ini di antaranya:

 

1. Membantu Proses Produksi Energi

Setujukah Anda jika makan sosis cukup untuk mengganjal perut saat lapar? Itu karena sosis mengubah karbohidrat yang ada di dalam tubuh menjadi glukosa. Glukosa merupakan sumber energi yang utama terdapat dalam tubuh.

 

2. Mencegah Kanker

Saat mengonsumsi sosis, maka secara tidak langsung sosis akan membantu mencegah proses pertumbuhan sel kanker yang terdapat di dalam tubuh seperti kanker prostat, kanker payudara, kanker paru-paru dan juga kanker usus.

 

3. Memperbaiki Sistem Syaraf

Makan sosis ternyata baik untuk kesehatan otak karena dapat mencegah penyusutan pada otak. Selain itu, kandungan dalam sosis juga dapat memperbaiki sistem syaraf agar tidak tegang. Sosis juga bermanfaat baik jika dikonsumsi anak-anak karena dapat meningkatkan kecerdasan.

 

4. Sebagai Metabolisme

Sosis sebagai makanan instan ini ternyata memiliki peran penting untuk menjaga sistem metabolisme tubuh. Kandungan pada sosis dapat membantu menormalkan fungsi kerja otak, saraf dan membentuk sel darah merah di dalam tubuh.

 

5. Mencegah Serangan Jantung

Mengonsumsi sosis dapat membantu tubuh dalam mencegah adanya penumpukan kadar kolesterol jahat yang tak baik bagi tubuh. Saat kolesterol dalam tubuh dapat diatasi, maka penyakit seperti serangan jantung pun niscaya dapat dicegah.

 

6. Menjaga Kesehatan pada Mata

Sejumlah penelitian pernah mengungkap, bahwa ternyata mengonsumsi sosis dapat mencegah penyakit AMD yang menyerang mata. AMD merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada mata yang dapat mengakibatkan mata kehilangan fungsi penglihatan.

 

7. Mencegah Penuaan Dini

Jika ingin tetap awet mudah dan mencegah datangnya penuaan, ternyata kandungan seperti vitamin B12 pada sosis dapat membantu regenerasi pada kulit, kuku serta mencegah rambut cepat rontok. Sehingga, tanda-tanda penuaan tersebut lebih dapat dicegah dan tubuh tetap sehat.

Menikmati sajian resep sosis asam manis yang praktis dibuat dan lezat ini terbukti mampu menjadi menu andalan yang menyehatkan. Mulailah untuk membuatnya sendiri di rumah, dan ajak keluarga untuk menyantapnya bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *